Dispenda Perbanyak Loket Pembayaran

SAMARINDA. Permintaan sejumlah pihak agar Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kota Samarinda bisa bekerja keras dalam menagih Pajak Bumi dan Bangunan Perkotaan dan Pedesaaan (PBB-P2) direspons baik. Bahkan untuk memakismalkan pelayanan sekaligus mempermudah akses bagi para wajib pajak, kini loket pembayaran diperbanyak. Harapannya agar sebelum 1 Oktober nanti, progresnya sudah menembus angka yang maksimal.

 
Selain berkoordinasi dengan pihak bank yang ditunjuk sebagai penerima PBB-P2, Dispenda juga mulai menambah loket di kantornya yang beralamat di Jl Kesuma Bangsa itu. Dari yang sebelumnya hanya dua loket, akan menjadi tujuh loket mulai Senin (24/9) nanti.
 
“Kami berharap, agar dengan menambah loket ini, masyarakat tidak perlu mengantre lama lagi. Begitu datang, sudah bisa langsung dilayani. Jadi urusan mereka di luar tidak sampai terganggu hanya karena membayar pajak ini,” ujar Kepala Dispenda Kota Samarinda, H Burhanuddin didampingi Kabid Penagihan, H Mukhlish kepada Sapos kemarin.
 
Di luar tujuh loket tersebut, untuk loket Bankaltim yang melayani pembayaran PBB-P2 juga tetap dibuka. Karena itu, warga yang ingin membayar pajak bisa bebas memilih. Penambahan loket tersebut, lanjut Mukhlish, murni hanya untuk membantu warga agar bisa terlayani dengan baik serta tepat waktu.
 
“Loket kami buka mulai pukul 08.00 Wita pagi dan ditutup pada jam 15.00 Wita sore setiap hari kerja. Jadi masyarakat yang belum membayar pajak supaya bisa menyesuaikan dengan jadwal yang ada,” tandasnya.
 
Menurut Mukhlish, sebenarnya mereka juga siap untuk melayani hingga sore atau bahkan malam hari sebagaimana yang diminta beberapa anggota DPRD. Namun dikhawatirkan itu bisa menyalahi aturan. Karena lewat dari jam tersebut, bank seharusnya sudah tutup.
 
“Nah, uang yang disetorkan ke loket Dispenda itu harus pada hari yang sama pula disetor ke Bank. Tidak boleh diendapkan. Karena kalau lewat dari jam itu, hitungannya pengendapan sehingga bisa menyalahi aturan,” terangnya.
 
Selain menambah loket, tutur Mukhlish, Dispenda juga melaksnakan gebyar sebagai ajang sosialisasi untuk warga. Sebelumnya sudah tiga kali mereka lakukan. Yakni di Palaran, Samarinda Seberang, serta Rumah Jabatan Wali Kota di Jl S Parman. Dalam waktu dekat, kegiatan serupa juga akan dilaksanakan di wilayah Samarinda Kota serta Kecamatan Sungai Pinang.
 
“Yang jelas, kita kejar terus supaya per 1 Oktober itu sudah maksimal hasilnya. Tapi selama seminggu belakangan sudah menunjukkan kemajuan yang luar biasa. Dari sebelumnnya 53 persen, terakhir per tanggal 19 September sudah memasuki progres 58 persen atau mencapai angka Rp 13 miliar lebih,” bebernya.
 
Mukhlish menyebut, menjelang injury time (batas waktu) saat ini, warga terlihat lebih antusias. Karena itu, sebagai antisipasi, mereka memperbanyak loket pembayaran tersebut. Namun bila hingga 1 Oktober belum juga mencapai target, maka mereka berencana melakukan pendataan kembali. Khususnya di kelurahan-kelurahan yang dianggap masih banyak bolong atau bermasalah.
“Kami juga akan mendekatkan pelayanan ke masyarakat lewat kecamatan dan kelurahan. Biar masyarakat tidak terbebani dengan biaya transportasi. Bila perlu ke depan kita akan buat dengan sistem mobil keliling,” tukasnya.
 
Hal yang sama juga disampikan Wakil Wali (Wawali) Kota Samarinda, Nusyirwan Ismail. Ia meminta kepada warga untuk membayar pajak tepat waktu. Karena sikap disiplin membayar pajak merupakan kontribusi nyata warga dalam mendukung pembanguann di kota ini.
 
“Semuanya akan kembali untuk masyarakat juga dalam bentuk realisasi pembangunan. Bisa dalam bentuk sarana pendidikan, fasilitas kesehatan, atau bisa pula berupa infrastruktur jalan,” terang Nusyirwan. (yes/lee)
 
 
 
 
Sumber : Sapos.co.id, Sabtu 22 September 2012