Jatuh Tempo Pajak Bumi dan Bangunan Sektor Perkotaan Perdesaan (PBB-P2) Kota Samarinda


JATUH TEMPO PBB 29 September 2017 – Warga Indonesia yang memiliki tanah dan bangunan (properti) diwajibkan untuk membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tiap tahunnya.

PBB ialah Pajak Negara yang dikenakan terhadap bumi dan/atau bangunan yang merupakan pajak bersifat kebendaan, secara umum besarnya pajak terutang ditentukan oleh keadaan objek yaitu bumi/tanah dan/atau bangunan. Keadaan subjek (siapa yang membayar) tidak ikut menentukan besarnya pajak.

Menandai yang dimaksud ‘Bumi’ adalah permukaan bumi dan tubuh bumi yang ada di bawahnya. Permukaan bumi meliputi tanah, perairan pedalaman, termasuk rawa-rawa tambak pengairan serta laut wilayah Republik Indonesia.

Sementara ‘Bangunan’ adalah konstruksi teknik yang ditanam atau dilekatkan secara tetap pada tanah dan/atau perairan untuk tempat tinggal, tempat usaha dan tempat yang diusahakan.

Di dalamnya termasuk hunian vertikal, gedung komersial, gedung perkantoran, ruko, rukan, termasuk rumah subsidi atau rumah murah dan lainnya.

Seperti yang diketahui tahun 2017 ini para wajib pajak diberi jangka waktu untuk membayar PBB maksimal 29 September. Jika melebihi tempo yang ditentukan, maka denda sebesar 2% per bulannya ditanggung oleh wajib pajak. Untuk membayar PBB, wajib pajak bisa melakukannya dengan dua cara, yakni online dan offline.

Jika memilih jalur offline atau datang langsung, maka pembayaran dapat dilakukan melalui:

Bank atau Kantor Pos dan Giro Tempat Pembayaran yang tercantum pada SPPDT. Saat hendak melakukan pembayaran ke dua tempat di atas, wajib pajak cukup menunjukkan Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPDT) PBB dan sebagai bukti pembayarannya wajib pajak akan menerima Surat Setoran Pajak Daerah (SSPD) resmi dari Bank atau Kantor dan Giro Tempat Pembayaran.

Apabila SPPDT tahunan yang bersangkutan belum diterima wajib pajak, maka bisa digunakan SSPD dan/atau SPPDT tahun sebelumnya dan tanda bukti mohon disimpan.

Metode online

Untuk meningkatkan pelayanan kepada wajib pajak, pembayaran PBB juga dapat dilakukan melalui tempat pembayaran elektronik yang disediakan bank seperti ATM/teller/fasilitas lain. Keuntungan pembayaran PBB melalui tempat pembayaran elektronik ini adalah:

Melayani pembayaran PBB atas objek pajak di seluruh Indonesia;
Tidak terikat pada hari kerja dan jam operasional bank untuk pembayaran PBB;
Terhindar dari antrian di bank pada saat pembayaran PBB.
Bank yang menyediakan fasilitas elektronik adalah:

ATM dan Counter Teller Bank Kaltim untuk objek pajak yang berada di wilayah Propinsi Kaltim khususnya Kota Samarinda.
Tahapan pembayaran PBB melalui ATM sebagai berikut:

Cari menu pembayaran kemudian pilih
Cari menu pajak kemudian pilih
Masukkan Nomor Objek Pajak
Masukkan tahun pembayaran PBB
Kemudian akan muncul informasi tentang objek pajak, tagihan, dan namanya
Periksa dengan teliti identitas dan jumlah pokok pajak yang harus dibayar
Jika sudah sesuai, tekan tombol bayar
Bila melakukan pembayaran melalui metode online, ada satu hal yang perlu Anda ingat. Yakni, jangan buang bukti pembayaran karena ini merupakan barang bukti pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan yang sah melalui ATM.