Tingkatkan PAD, Kumpulkan Instansi Pemungut Retribusi

KEJAR SETORAN: Retribusi parkir ditarget menyetor Rp 3 miliar untuk PAD.
SAMARINDA – Hasil rapat Badan Anggaran (Banggar) legislatif dan eksekutif disepakati, pendapatan asli daerah (PAD) Samarinda bisa ditingkatkan. Ancang-ancang kedua unsur pemerintahan itu berkisar pada angka Rp 455 miliar untuk PAD. Hanya, Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) sanggup meningkatkan lebih dari itu.
Kabid Pembinaan dan Pengembangan Dispenda Samarinda Abdullah mengakui, beberapa sektor memang memiliki potensi untuk ditingkatkan. Seperti retribusi parkir, pengelolaan pasar, pelayanan kebersihan, serta retribusi pemeriksaan alat pemadam kebakaran (apar).
“Keempat sektor ini kami pikir bisa dimaksimalkan lagi pendapatannya. Tentunya dengan mengubah target yang dianggap realistis,” ucap Abdullah.
Untuk pengelolaan parkir, kata dia, sudah diajukan persetujuan perubahan peraturan daerah (perda) ke Pemprov Kaltim dan aturan itu bakal menyetujui kenaikan tarif parkir di tepi jalan.
“Selain itu, Dishub (Dinas Perhubungan) dan Koperasi Korem juga tengah membahas pengelolaan parkir. Jika ini berjalan lancar, bakal menutup kebocoran PAD di sektor parkir,” imbuhnya.
Sementara itu, untuk pengelolaan pasar, pihaknya sudah memberikan kewenangan pada Dinas Pasar untuk mengelola. Baik itu penarikan retribusi dari petak dan ruko di pasar, ditambah dengan uang kebersihan dan lainnya.
“Tinggal bergantung kapasitas petugas di lapangan menagih. Instansi terkait tentu memahami mekanisme yang tepat,” sebutnya.
Dia meyakini jika perda pengelolaan parkir disetujui, target manajemen parkir bisa naik hingga 100 persen. Untuk pengelolaan pasar, pihaknya berharap bisa tembus sampai 25 persen.
“Karena untuk parkir tarifnya naik dari Rp 1.000 menjadi Rp 2.000. Tentu target bisa naik 100 persen. Besok (hari ini) kami bakal rapat dengan instansi pemungut, termasuk DKP dan BPBD,” paparnya.
Dia mengungkapkan, target parkir tepi jalan tahun ini adalah Rp 3,3 miliar, tapi realisasi per Oktober baru mencapai Rp 1,8 miliar. Sementara itu, pengelolaan pasar ditarget mencapai Rp 3,8 miliar dengan realisasi mencapai Rp 2,92 miliar. Sedangkan retribusi pelayanan kebersihan ditarget Rp 6 miliar, sudah terealisasi Rp 4 miliar. Untuk retribusi apar ditarget 350 juta dengan capaian hingga Oktober baru Rp 235 juta.
“Kami sih mengusulkan agar ada kantor parkir dan harus ada terobosan dengan pengguna karcis parkir. Sedangkan untuk retribusi sektor lain juga perlu ada penambahan terkait masalah penagihan,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Name *
Email *
Website