Kota Samarinda terapkan Parkir Berlanggan Atasi Kebocoran

SAMARINDA : Guna menekan angka kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi parkir di tepi jalan umum, Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kota Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), mengusulkan agar digunakan sistem retribusi parkir berlangganan di wilayah tersebut.

Sebab selama ini, pungutan retribusi parkir yang menggunakan sistem karcis oleh petugas parkir dinilai tidak efektif. Hal itu dikemukakan oleh Kepala bidang lalu lintas Dinas Perhubungan Kota Samarinda V.Hari Prabowo .

“ Parkir berlangganan solusinya, kalau sepeda motor Rp25 ribu per tahun dan kalau mobil Rp40 ribu per tahun,,” ungkapnya saat ketika berdialog “ membangun  kota tepian “ di Programa 4 RRI Samarinda .m, Kamis, 17 November  2016.

Saat masyarakat membayar perpanjangan STNK setiap tahun maka akan dikenakan biaya parkir berlangganan. Namun untuk waktu pemberlakuannya,  Hari belum dapat memastikannya.

“Hampir pasti kita berlakukan, tapi harus menunggu Pergub dulu, sekarang kami sedang merapatkan barisan dengan jajaran instansi terkait dalam kendalai wakil walikota karena ini nanti berkerjasama dengan Samsat,” terangnya.

Kemudian untuk lebih efektif penerapan di lapangan, menurut Hari Prabowo  Daerah , petugas parkir yang ditemukan masih memungut biaya parkir kepada masyarakat yang sudah berlangganan akan ditindak.

“Kalau petugas parkir resmi akan kita pecat, kalau jukir liar harus ditindak tegas, semua petugas parker akan diberi seragam dan indentitas” timpalnya.

Sehingga menurutnya kesejahteraan petugas parkir yang saat ini dibina oleh Dinas Perhubungan Samarinda perlu ditingkatkan.

“Sekarang gaji petugas parkir yang Rp700 ribu itu harus ditambah,” imbuh Hari .

Untuk diketahui, PAD Samarinda tahun ini ditarget Rp400 miliar, per September 2016 terealisasi 57 persen. Kemudian, pada Tahun ini juga Dinas Perhubungan Samarinda menargetkan PAD dari retribusi parkir sebesar Rp 4 miliar, namun pada akhir September atau triwulan ke tiga baru terealisasi Rp1,3 miliar.

Padahal potensi retribusi parkir di Samarinda menurut para pakar di wilayah ini mencapai Rp14 miliar per tahun. Sebab, data dari Samsat Samarinda pada tahun 2014 lalu, jumlah kendaraan bermotor di Samarinda sudah mencapai 54.573 unit terdiri dari roda dua 46.126 unit dan roda empat 8.444 unit.